Friday, September 16, 2016

Ketika pagi menyapa...


Rasanya damai ketika pagi menyapa..

Mentari masih belum menampakan dirinya sepagi ini, mungkin juga masih enggan menyapa pagi karena semalam purnama begitu manis membuai banyak orang dalam lelap dan mimpi jadi dirinya cukup maklum untuk tidak hadir sepagi mungkin... hhhmmm.. itu kesimpulan sederhanaku juga kesimpulan lebayku sebagai seorang ibu rumah tangga penyuka romantisme bulan, matahari dan pagi yang selalu terjaga sepagi mungkin karena si adek yang minta susu agar bisa melanjutkan mimpi indahnya dan si kakak yang harus bersiap ke sekolah menuntut ilmu agar kelak bisa berguna bagi keluarga, nusa dan bangsa 😉

Ketika pagi menyapa, kurang lebih seperti itu rutinitas pagiku sembari menikmati indahnya pagi di tepian Danau Poso yang begitu sejuk dan menyegarkan hingga selalu menampar sisa sisa kantuk yang masih menggerayangi sadarku...
 
Rutinitas ibu rumah tangga bagi sebagian perempuan modern saat ini,  terlalu melelahkan hingga terkadang menjadi ‘trauma’ bagi kebanyakan perempuan  terutama bagi perempuan yang memiliki karier cemerlang di luar rumah. Harus membagi waktu sebaik mungkin atau harus memilih mengorbankan salah satunya.. pada akhirnya akan sampai pada kesimpulan seperti itu. Ya bagi kebanyakan apalagi perempuan menjadi seorang ibu rumah tangga adalah lompatan terendah di kelasnya, dan bukanlah sebuah karier yang menjanjikan. Anggapan itu juga yang aku yakini ketika merelakan pekerjaan dan memilih untuk di rumah mengerjakan urusan urusan domestik kerumah tanggaan. 

Ketiga pagi menyapa beberapa tahun yang aku lewati dengan rutinitas pagi yang sudah hapal luar kepala, anggapan itu memudar bahkan hampir sirna. Menjadi seorang ibu rumah tangga dan tidak memiliki karier cemerlang di luar sana tidaklah begitu memprihatinkan, sudut pandangku mulai bergeser positif seiring berlalunya waktu. Keluargaku harmonis, nyaman dan bahagia. Buah hatiku tumbuh sehat, cerdas dan berkecukupan kasih sayang. Ekonomi keluarga tidak pernah sampai pada kondisi krisis moneter, masih bisa menikmati ini dan itu. 

Tak ada yang harus aku sesalkan atau gumuli ketika mengambil keputusan terekstrim untuk ‘berkarir’ di dalam rumah. 

Dan ketika pagi menyapa lagi, aku selau bersyukur untuk banyak hal baik yang terjadi dalam hidupku.. 👼 terima kasih Tuhan karena bukan hanya pagiku yang indah tapi juga hidupku😘

*catatan manis seorang ibu rumah tangga 😉💕 17/09/2016